logo

9 Faktor Penting Untuk Memilih Pompa Air

Pompa air merupakan salah satu peralatan penting dalam kehidupan rumah tangga. Dengan hadirnya perlengkapan ini, kegiatan harian seperti menyiram tanaman, mencuci, dan lain sebagainya akan jadi lebih mudah. Meski demikian, banyaknya merk dan jenis pompa air yang ada, kadang-kadang malah membuat konsumen awam bingung untuk memilih produk yang tepat.

pompa air sumur dangkal hitachi

Beberapa Faktor Dalam Memilih Pompa Air

Urusan memilih pompa air yang tepat, berkualitas, dan sesuai kebutuhan rumah tangga memang bukanlah perkara mudah. Namun hal ini juga jangan membuat anda tidak bersemangat, karena berikut ini akan dijelaskan beberapa tips penting yang bisa anda pertimbangkan sebelum membeli pompa air, diantaranya adalah :

1. Kedalaman air

Banyak orang yang sering mendapatkan informasi kurang tepat mengenai kedalaman permukaan air. Yang sering diberikan kepada mereka adalah kedalaman sumur, bukanlah kedalaman permukaan air. Pipa mungkin saja dibenamkan hingga 30 m meskipun permukaan airnya hanya berkedalaman 3 meter saja. Apabila sumber air yang digunakan merupakan sumber air yang lama, maka bisa diukur sendiri tinggi air dengan cara memasukkan paku yang diikat benang.

Jika ingin memastikan apakah permukaan air dalam atau tidak, anda dapat memanfaatkan beberapa alat seperti pipa pompa air atau alat ukur lainnya. Mengukur kedalaman air sangat penting agar dapat memilih pompa air yang tepat.

Tinggi permukaan air merupakan jarak antara permukaan air yang paling tinggi dengan pompa. Ukurlah menggunakan alat tertentu atau menggunakan jasa tukang pembuatan sumur. Pertimbangkan juga adanya kemungkinan perubahan tinggi permukaan air saat musim kemarau dan musim hujan.

Di musim kemarau air akan susut, sedangkan di musim hujan permukaan air akan naik. Oleh sebab itu, anda perlu berhati-hati dalam menempatkan pompa. Berilah jarak antara permukaan tanah dengan pompa (biasanya 0,5 m – 1 m, tergantung dari kondisi lingkungan).

2. Jenis Pompa

Jika anda mencari pompa untuk kedalaman permukaan air kurang dari 7 meter, maka pilihlah pompa sumur dangkal, untuk 7-9 meter sebaiknya memilih tipe semi jet pump. Jika permukaan air lebih dari 9-20 meter, maka disarankan untuk menggunakan jenis Jet pump. Sedangkan untuk kedalaman lebih dari 20 meter maka jenis yang disarankan adalah Submersible.

3. Spesifikasi Pompa

Bacalah informasi spesifikasi dari pompa air yang hendak dibeli. Dengan mengetahuinya, anda bisa lebih mengerti mengenai jenis apa yang cocok terhadap kedalaman permukaan air di rumah anda. Biasanya, standar yang digunakan produsen adalah kedalaman permukaan air maksimal, yang mana air bisa terhisap.

Spesifikasi di sini lebih menyoroti daya hisap. Maksimal belum tentu optimal. Kendati daya hisapnya maksimal, namun bisa saja air yang diperoleh hanya 1 liter dalam waktu 1 jam. Hal ini tentunya tidak efisien. Contohnya adalah : spesifikasi yang dicantumkan produsen biasanya 11 meter untuk semi jet pump, padahal idealnya adalah untuk kedalaman 7-9 meter.

4. Voltase dan daya listrik

Pilihlah pompa yang cocok dengan voltase rumah anda. Selain itu, perhatikan juga daya listrik yang dibutuhkan dengan pompa, sesuaikan juga dengan kondisi di rumah anda. Hal ini demi mencegah listrik down dan bisa membantu menghemat konsumsi listrik.

Pompa untuk sumur dangkal umumnya berdaya listrik 125 – 200 watt, sedangkan semi jet pump berdaya listrik 100 – 250 watt. Daya listrik lebih besar bukan berarti bisa menghisap lebih dalam, melainkan berhubungan dengan besarnya kapasitas/volume air yang dikeluarkan pompa per jam. Hal ini berbeda dengan pompa jenis jet pump, di mana daya listrik yang besar mempunyai daya hisap lebih dalam.

Daya listrik Jet Pump

Anda bisa menggunakan jet pump 125 atau 150 watt untuk kedalaman permukaan air hingga 12 meter. Spesifikasi produk dari produsen biasanya dikatakan mempunyai daya hisap hingga 15 meter. Standar yang sudah umum diketahui tukang pompa atau toko adalah 15 meter untuk kedalaman maksimal-optimal pada pompa jet pum 250 atau 300 Watt, 18 meter untuk 375 Watt, serta 20 meter untuk 500 Watt.

Jika sudah lebih dari patokan tersebut, umumnya kapasitas air yang dikeluarkan pompa sudah tidak optimal bahkan untuk penggunaan rumah tangga yang sederhana. Anda sebaiknya tidak terkecoh dengan spesifikasi daya hisap yang tercantum dari produsen. Anda mungkin akan menjumpai informasi spesifikasi seperti : 30 meter untuk jet pump berdaya listrik 250 atau 300 Watt, 40 meter untuk 375 Watt, serta 50 meter untuk 500 Watt. Untuk itu, anda perlu ingat pada poin dua, bahwa jika kedalaman permukaan air lebih dari 20 meter, maka jenis pompa yang sangat disarankan adalah Submersible.

5. Ketinggian Tower

Perhitungkan juga hingga ketinggian berapa air akan disalurkan. Hal ini juga berkaitan dengan spesifikasi pompa, biasa disebut dengan “Total Head”. Daya dorong ikut dipengaruhi oleh seberapa kedalaman daya hisapnya. Makin pendek daya hisap, maka semakin jauh daya dorongnya. Maka dari itu, usahakan untuk menempatkan posisi mesin pompa dengan sumur serendah mungkin.

6. Pemutus Arus

Pilihlah pompa yang motornya dilengkapi circuit breaker atau thermal protector karena berfungsi untuk memutus arus listrik saat beban pompa berlebihan. Hal ini akan membuat pompa akan berhenti secara otomatis jika terlalu panas, sehingga tidak terbakar.

7. Pilih yang Suaranya Halus

Pada tahap ini, anda sebaiknya tes dulu pompa yang dipilih. Jika suaranya terdengar kasar, maka mintalah toko untuk menggantinya dengan yang lain. Suara kasar bisa menunjukkan adanya masalah atau kejanggalan pada pompa.

8. Debit per jam

Hitung kebutuhan air rumah anda setiap harinya, kira-kira berapa debit air yang diharapkan. Jika sudah, sesuaikan dengan kapasitas air yang tercantum pada label spesifikasi pompa. Dengan daya listrik sama, pilihlah pompa air yang berkapasitas lebih besar sehingga pengisian air lebih cepat serta dapat menghemat penggunaan listrik.

9. Anggaran

Perhatikan juga anggaran yang anda siapkan karena ini juga mempengaruhi merk yang hendak dibeli. Patokan pada poin 4 di atas bisa dikatakan sama untuk semua merk. Hal ini berarti pompa berdaya listrik sama namun berharga lebih mahal tidak serta-merta mempunyai daya hisap lebih baik. Perbedaan harga untuk setiap merek lebih pada kualitas lilitan motor, di mana ini mempengaruhi panjang-pendeknya umur pompa, komponen motor & elektronik, kualitas bahan, serta layanan purna jualnya.

Beberapa merk ditinjau dari tingkatan kualitasnya

Kelas termurah : Airlux, Pompe, dll.
Kelas menengah : Panasonic, Wasser, Shimizu, Multipro, DABAQUA, DAB, dll.
Kelas atas : Sanyo, Pedrolo, Hitachi, dan Grundfos.

Pilihlah merk sesuai dengan anggaran dan preferensi yang anda miliki. Namun, disarankan untuk memilih merk terpercaya yang menyediakan layanan purna jual yang baik dan suku cadang terjamin.

Penutup

Itulah beberapa tips memilih pompa air yang bisa anda terapkan sebelum membeli. Apabila ulasan ini terkesan rumit buat anda, anda bisa berkonsultasi dengan teman atau orang kepercayaan yang sudah ahli dengan seluk-beluk pompa air dan sumur. Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan untuk anda.

disadur dari : servicepompaairbali.com

Baca Juga :  6 Pompa Celup Pilihan

Tag
3283 Views