logo

Mengenal Jenis Speaker : Aktif, Pasif, dan Powered

Speaker merupakan salah satu peralatan penting yang harus dimiliki jika anda ingin mendengarkan audio dengan kualitas bagus. Bagi orang yang masih awam terhadap dunia audio, mungkin akan bingung saat harus memilih speaker. Hal ini wajar saja, karena jenis dan produk-produk speaker yang ada di pasaran cukup banyak dan beragam.

Beberapa Jenis Speaker

Ada beberapa jenis speaker yang bisa dijumpai, yakni speaker aktif, pasif, powered. Mungkin sebagian dari anda ada yang kurang begitu mengerti mengenai perbedaan setiap jenisnya. Anda tidak perlu khawatir, karena anda tidak sendirian. Maka dari itu, dalam kesempatan kali ini akan dijelaskan secara singkat mengenai perbedaan dari jenis-jenis speaker tersebut, sehingga anda bisa mengerti kira-kira jenis speaker apa yang anda butuhkan.

gambar speaker aktif

Speaker Aktif

Istilah aktif pada speaker umumnya merujuk pada sistem atau komponen crossover yang dimiliki speaker. Komponen cross over yang ada dalam speaker aktif biasanya membagi frekuensi menjadi sinyal-sinyal yang lebih kecil, misalnya rendah, sedang, atau tinggi. Sinyal-sinyal ini lalu dikirim ke driver individual yang dirancang untuk mengatasi frekuensi-frekuensi tersebut. Hal ini berarti tidak ada frekuensi yang hilang dengan terjadinya pemisahan tersebut.

Biasanya, speaker aktif menggunakan komponen crossover serta amplifier yang bertenaga di setiap drivernya. Hal ini membuat speaker aktif juga sering dianggap sebagai speaker powered. Pada dasarnya, sebuah speaker disebut aktif saat menggunakan komponen crossover, di mana setiap penggunaan komponen tersebut akan menggunakan amplifier untuk setiap ban serta daya yang terpisah.

Jika anda ingin mempunyai home theater di rumah, maka jenis ini umumnya menjadi pilihan terbaik. Meskipun demikian, hal ini tidaklah selalu terjadi. Kadang-kadang, home theater dengan pengaturan tertentu membuat amplifier dan komponen crossover bisa berada di luar speaker.

Speaker Pasif

Speaker pasif memiliki fitur komponen crossover pasif. Komponen ini mempunyai kemampuan yang mirip dengan speaker aktif. Hanya saja, speaker pasif bekerja dengan mengirimkan sinyal ke driver loudspeaker secara langsung, memakai komponen kapasitor, resistor, serta induktor yang membagi sinyal. Selain itu, jenis ini juga akan mengirim setiap bagian frekuensi ke setiap driver. Adapun jenis pasif juga mempunyai amplifier secara terpisah yang mengirim semua sinyal audio ke speaker.

Walaupun mempunyai komponen crossover berkualitas tinggi, speaker pasif tetap ada kekurangan mendasar, yakni kemampuan menghantarkan panas. Hal ini mengakibatkan menurunnya kekuatan amplifer hingga 30%. Apabila komponen crossover mengalami pemanasan, maka kualitas speaker ikut menurun. Anda mungkin akan merasakan perbedaan cukup besar pada audio saat sedang di tengah-tengah menonton film.

Jadi saat anda ingin menggunakan speaker pasif, tentu anda harus mengerti terlebih dulu kebutuhan spesifikasi speaker, apakah hanya anda gunakan untuk home theater ataukah hiburan biasa. Ketika telah mengetahui kebutuhan sistem, anda dapat memilih komponen yang sesuai dengan kebutuhan anda. Jadi ini merupakan preferensi pengguna untuk menggunakan komponen amplifier sesuai dengan kebutuhannya.

Hal tersebut seakan menjadi 2 sisi mata uang untuk speaker pasif. Di satu sisi, pengguna bebas melakukan upgrade komponen sesuai kebutuhan, di satu sisi lain ada risiko penurunan kekuatan amplifier yang berefek pula pada kualitasnya.

Speaker Powered

Adalah jenis speaker yang mempunyai amplifier di dalam speakernya. Jenis ini mirip dengan jenis Aktif, namun kualitasnya tidak selalu sebaik speaker aktif. Hal ini karena speaker Powered ada juga yang menggunakan crossover pasif. Walaupun demikian, bentuknya sangat slim dan bersifat portable. Penggunaannya cukup mudah dan tidak memerlukan perangkat eksternal sehingga ideal untuk disandingkan dengan peralatan elektronik lainnya seperti laptop, komputer, ataupun ponsel.

Selain itu, speaker powered bisa digunakan untuk mengurangi ‘kebisingan’ dan biaya instalasi. Ini karena peletakan amplifiernya berada di dalam speaker secara langsung. Adapun model terbaru mampu mengeluarkan suara dengan sistem wireless atau tanpa kabel, jadi lebih ekonomis.

Ringkasan Kelebihan & Kekurangan

Dari ulasan yang mungkin terlihat agak rumit, bisa disimpulkan secara sederhana mengenai kelebihan dan kekurangan setiap jenisnya. Berikut rinciannya.

Jenis Kelebihan Kekurangan
AKTIF
  • Lebih sederhana, speaker dan power menjadi satu.
  • Suara yang dihasilkan lebih baik.
  • Mengurangi risiko terjadinya penurunan kualitas audio.
  • Jarang rusak karena overload, kekuatan speaker dan power sudah diukur oleh pabrik.
  • Mengurangi kebutuhan tempat tambahan untuk power eksternal. Sebagian besar telah disertai crossover.
  • Lebih berat dari speaker pasif.
  • Lebih riskan terhadap panas matahari dan hujan.
  • membutuhkan 2 kabel, kabel power dan kabel speaker.
  • Jika rusak salah satunya, misal power, maka speaker juga tidak terpakai.
PASIF
  • Lebih ringan.
  • Cukup membutuhkan 1 kabel, kabel speaker sekaligus menjadi kabel power.
  • Lebih aman dari panas matahari dan hujan.
  • Kalau rusak salah satunya, misal power, maka speaker tetap dapat digunakan.
  • Tidak ringkas.
  • Harus jeli untuk mencocokkan antara power dan speaker yang dibutuhkan.
  • Berisiko terjadi penurunan kualitas audio.
  • Membutuhkan tempat tambahan untuk power.

Penutup

Setiap jenis speaker yang telah diulas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga bisa dikatakan tidak ada sistem yang lebih unggul secara keseluruhan. Oleh sebab itu, pastikan terlebih dahulu kebutuhan anda sebelum memilih speaker. Semoga artikel ini bermanfaat.